Sepulang dari sekolah. Tak terpikirkan olehku dan teman temna untuk pergi. Yang kami lakukan saat ini adalah mengobrol tentang film baru yang akan di rilis tahun ini. Yang menjadi ketagihan adalah pemain cowok terkenal ini. Pemain lelaki ini adalah teman di daerah tempat tinggal kami. Memang sih, karena terkenalnya, semua wanita di tempat tinggal kami jadi tergila gila. Sampai sampai di sekelilingnya banyak banget ceweknya.
Aku meneguk es teh yang tadi ku beli sepulang sekolah. Temanku, dista. Masih asyik ngobrol tentang laki laki itu. Mungkin karena aku terlalu bosan, aku melambatkan jalanku di belakang mereka. Sudah kuduga, lelaki inbi benar benar di kelilingin banyak cewek. Aku saja jadi risih melihatnya. Apalagi dia, mungkin terlalu sumpek sampai nggak berani bilang.
“OMG!!. Rizal itu ganteng baget,ya?.Seandainya aku bisa manggil dia”kata dista penuh harapan.
“mau ku pangglin?”tanyaku, menawarkan. Dista hanya diam dan melanjutkan khayalan soal cowok itu.”nggak percaya?”.Aku meyakinkannya.Dia hanya menggeleng lalu berkhayal lagi tentang cowok itu. Dengan senyum keberanian dan hembusan nafas panjang. Aku memanggilnya dengan keras. Semua wanita menoleh padaku. Yang pastinya, cowok yang ku panggil rizal juga menoleh padaku. Dista yang tadi ke asyikan ngomong, benar benar menganga melihat keberanianku. Lelaki itu menghampiriku. Lalu tersenyum dengan tulus.
“makasih ya...”gumamnya tepat di wajahku.”well ladies.and gentlement This is my girlfriend.”.Aku hanya diam lalu mulutku menganga sangat lebar.
“maa...aff. Aku nggak kenal kam...”
“its okay my honey. Besok aku jemput kamu,ya?”katanya berlalu sembari melambaikan tangan penuh kemenangan. Tungguu.. Kenal pun nggak. Aku hanya mnghela nafas panjang sambil melihat wajah dista penuh marah. Dan sekarang adalah waktu untuk menjelaskan kejadian tadi padanya.
***
Kemarin, aku menganggap semua itu mimpi. Aku juga berharap perkataannya kemarin salah. Apalagi, gara gara kemarin dista marah banget. Ku tatap jalanna luar. Ternyata, di anggak datang. Dia kan nggak tahu rumahku.
“dierra!!!.Ada temannya tuh!!”teriak mama di bawah. Ku lihat ke bawah karena kerumunan orang orang. Eh.. gawat... dia benar enar datangAku nggak berani keluar rumah.
Setelah berganti baju dengan rapi, aku langsung turun dengan cepat. Mama yang mengintip di jendela, merasakan kedatanganku. Aku hanya tersenyum. Dan mencoba menjelaskan pada semua keluargaku.
“permisi”seru seorang cowok. Mama berjalan ke ambang pintu dan membukanya. Rizal memang keren kalau pakaian seerti itu.Dengan blus panjang tapi di angkat berapa centi. Dengan rambut yang setengah panjang.
“maaf tante. Saya bisa jelaskan”
“ya iyalah. Kamu harus jelaskan semuanya. Keluargaku nggak mau di ganggu ketentramannya sama wartawan wartawanmu” kataku judes padanya.
“ya say...,tante,kami ini pacaran. Nah karena itu, wartawan mau cari informasi tentang dierra. Maaf sayang. aku membuatmu jadi susah”katanya pada mamaku lalu berpaling padaku dengan senyum menggodanya. Mama hanya tersneyum dan tentunya mengangguk angguk seperti anjing. Kakak juga hanya cengar cengir nggak karuan. Tapi ada anehnya, dari mana dia tahu namaku?. Perasaan aku belum memberitahu namaku. “ayo berangkat say”katanya dengan mengulurkan tangannya. Aku tak menyahuti uluran tangannya. Aku langsung nyelonong pergi begitu saja
“naik motor ini?”tanyaku menunjuk motornya. Dia hanya mengangguk dan menyerahkan helm padaku. Motornya bukan jelek sih. Tapi terlalu membuat perhatian anak anak sekampung.
“Tunggu.. ada yang mau ku tanyakan. Dari mana kamu tahu namaku, rumahku, dan smeuanya”kataku menarik jaketnya.
“peganggan. Dan itu RHS.”katanya menarik tanganku ke pinggangnya. Aku hanya mengikutinya. Ku tutup kaca helm dan bersandar di punggungnya. Benar benar seperti orang pacaran.
Sampai d suatu tempat yang tak ku mengerti .Tapi penuh dengan suasana nyaman. Awan awan mengumpul membentuk kedamaian pada kami. Aku tersenyum menatap daerah yang penuh ilalang liar. Aku berlari seperti anak kecil saat menatap sungai yang bersih. Batu batuan yang berbetuk hewan hewan yang lucu. Seperti merasa di pantai. Aku duduk di dekat pinggiran sungai. Dia menghampiriku dengan penuh senyum.
“senang nggak?.”tanyanya dengan menerawang jauh. Aku mengangguk dengan senyum tulus dan tentunya memainkan air dengan kakiku.
“kalau bawa sepeda. Keren nih”kataku memainkan air dengan kakiku.
“ada kok. Mau?”.Aku menengok ke belakang. Dua pasang sepeda sudah di siapkan di belakang. Aku mengangguk dan meleset pergi mengambil sepeda. Kami bermain sepeda sepuasnya. Matahari yang memang terlihat terik, tak menggugah kami untuk berhenti. Karena semakin teriknya matahari, awan awan akan mengumpul dan mendamaikan kami. Benar benar hari yang indah. Aku mengayuh sepeda bersamanya. Kami bergantian. Dia mengoncengku, menelusuri daerah ini. Saat menanjak, dia mengayuh sepedanya sangat kencang. Aku memegang pingganya saat turun dari tanjakkan
“waaaaaaahhhh”kami berteriak bersama. Angin yang tadi berat saat menanjak, tiba tiba menjadi hembusan angin yang menrpa kami. Angin ini terus menjadi sandaran pada kami. Dan angin ini terus membuat kami bisa merasakan indah dunia ini
“aku masih nggak bilang jadi cewekmu lowh”kataku dengan merebahkan tubuhku di rerumputan ini.
“terserah sih. Intinya aku sungguh sayang banget sama kamu”katanya lalu megikut gerakanku. Dia menatap mataku.”aku sungguh sayang baget sama kamu”.
“kok bisa?”
“karena kamu yang bikin aku bahagia. Intinya, aku enjoy kalau sama kamu”katanya menyisir rambut atasku. Aku hanya manggut manggut lalu berpaling lagi ke langit langit biru yang mulai cerah.
“tapi. Kita baru bertemu..”
“cinta nggak di pandnagn dari berapa jarak kit abertemu. Aku menyukain saat kamu memanggilku. Dan perasaan ini tetap buatmu.”katanay menepuk keningku. Aku berpaling ke samping kiri, menatap jalanan lurus penuh dnegan omongan rizal. Well. Kalau dia menyukaiku. Ak akan memulainya.
***
Dua hari ini aku sangat tampak senang. Hubunganku dengan rizal sangat terlihat mesra. Baru baru ini rizal selalu mengirimkan bunga bunga untukku. Dia memang terlihat sangat romantis. Hubunganku dengan dista mulai bejalan lancar. Aku mengambil minuman di lemari es, membuat es untuk buka puasa. Aku melihat jam dinding yang terus berdentang. Waktu buka tinggal setengah jam lagi. Karena bosannya nunggu buka, aku menekan tombol tv. Mungkin, pacarku sekarang di wawancarai. Bukannya film yang di rilisnya akan mulai hari ini?. Setelah ini, aku adalah orang pertama yang akan menontonnya dan mengucapkan selamat padanya.
Suara ketokan pintu menggebu di telingaku. Aku membuka pintu. Seorang wanita berdiri di depanku. 2 Wanita cantik dan pernah ku lihat sebelumnya. Wanita ini adalah ibu dari rizal. Dan satunya adalah wanita yang pernah bermain bersama rizal di acara film yang di tayangkan hari ini.
“a.anda?.a.a.ada apa?”tanyaku terbata bata
“kamu dierra, kan?.well... aku hanya ingin bilang kalau kamu harus ninggalin anakku. Kamu itu cewek biasa yang nggak punya apa apa. Harta saja nggak ada”.kata wanita setengah baya ini. Entah mengapa air mataku tiba tiba mengalir sangat deras. “jangan jatuhkan air matamu di depanku. Terlalu menjijikan!. Aku berharap dengan kedatang kami, kamu bisa membawa tangisanmu jauh dari kota ini. ini uang untuk kepergianmu”. Wanita setengah baya ini langsung mnjatuhkan uang ratusan ribu di depanku. Penglihatanku mulai kabur saat membendung air mata ini. Memang ini kesalahan terbesarku. Mencintai orang yang salah. Aku harus melupakannya. Dan setelah ini, bukan hanya aku yang keluar dari kehidupannya.”maaf tante.makasih dengan uangnya.aku juga akan melupakan rizal”
***
Terlalu busuk, jika wajah manisnya masih terngiang di kepalaku. Memang dua tahun berlalu, tapi tak ada sedikit pun kabar untukku. Aku benci mengingat kisah cintaku dua tahun lalu. Dia yang selalu menjadi harapanku, selalu saja menghilang. Sejak saat itu dia menghilang. Dan aku masih sedikit merindukannya. Mungkin bukan hanya sedikit. Tapi terlalu banyak.
Aku sekarang melanjutkan kuliahku di universitas indonesia. Mengambil jurusan sastra jepang. Jakarta adalah hal terbaik melupakan semuanya. Dia juga menghilang saat semua tangisanku keluar. Apakah semua yang dia lakukan hanya kebohongan?. dua tahun telah membuatku berubah. Aku menekan remote tv untuk melihat film yang tak ingin ku lihat. Dia memang terlihat keren di tv. Tapi banyak orang yang menanyakan dimana seorang lelaki ini. Dia menghilang dari dunia perfilman. Dan pastinya tak pernah ku lihat lagi.
“setelah di lihat lihat, artis kesayangan kita, rizal. Benar benar menghilang. Di gossipkan katanya, dia menolak perjodohan mamanya dan tetap mencari wanita yang dia sayanginya”. Nia yang di sebelahku langsung mengambil remote dan membesarkan speaker tv.”katanya sih wanita itu adalah cinta pertamanya” Aku benar benar muak mendengar berita lelaki ini. Aku beranjak dari sofa. Saat di sangka sangka, aku benar benar kehilangan sosoknya yang keren itu. Besok adalah hari liburan panjangku. Aku memutskan untuk kembali ke surabaya. Yang pastinya untuk mengingat hal yang pernah menjadi harapan hidupku.
***
Daerah ini benar benar nggak berubah. Angin masih menajdi hamparan ilalang ilalang liar ini untuk terus bergoyang. Bedanya adalah daerah ini terlalu ramai.Bukan seperti dulu. Hanya kami berdua. Aku duduk di pinggiran sungai dan memainkan air dengan kakiku. Hari itu, aku bersamanya di sini. Melakukan hal yang sangat menyenangkan. Dari bermain sepeda hingga kami tertawa bersama.
“maaf mbak...”seseorang menyentuh pundakku. Aku menoleh ke arahnya. Anak kecil ini membawakan sekuntum bunga mawar putih. “ini buat hati mbak yang lagi gundah”.aku mengambil bunga ini dari anak itu dan tersenyum sebagai tanda terima kasih. Aku mencium bunga ini, menerawang jauh dan memetik bunga ini. Lalu menaburkan bunga ini di sungai.
“bunga...tolong tunjukan padaku. Aku benar benar kangen dia. Entah mengapa semuanya menghilang. Tunjukkan dimana orang yang kusayangi” gumamku mencium petikan bunga di tanganku. Aku menaburkannya ke sungai, berharap dia muncul di depanku, mengambil bunga ini untukku. Beberapa menit berlalu. Mungkin sudah memasuki satu jam. Tapi tak kulihat bunga ini kembali padaku bersama orang yang kutunggu.
“dierra!!!”. Entah ini hanya sebuah khayalanku atau sebaliknya. Tapi dia menyentuh pundakku. Tangan yang ku rindukan dan hembusan nafasnya yang ingin ku rasakan di setiap sela kulitku. Aku menengok ke arahnya saat dia memelukku dari belakang, melingkarkan tangannya di leherku, menciumi rambutku yang tertera angin. Aku berharap ini adalah mimpi. Tapi, jika ini mimpi. Biarkanlah aku tetap merasakan ini semenit saja.Aku memeluknya sangat erat. “aku mencarimu dua tahun ini. Senadainya, aku percaya padamu”bisiknya di telingaku dengan memelukku erat. Aku melepaskan pelukannya, melihat wajahnya. Dia melihatku juga. Ini dia. Ini benar benar dia. Dia membawa bunga itu di tangannya. Menaburkannya dengan angin yang menerpa kami. Bunga itu berterbangan di setiap arah.
“aku kira kamu benar benar membenciku. Malu mempunyai pacar biasa”kataku dengan melihat matanya. Dia menyisir rambutku dengan lembut. Lalu berbisik tepat di telingaku.”itu mama. Bukan aku. Aku terlalu mencintaimu. Aku nggak akan melepaskanmu lagi”dia memainkan rambutku dan mencium keningku.
“apa kamu benar benar di jodohkan?”tanyaku memeluknya.
“ehmm.. yup.aku di jodohkan tapi aku melarikan diri. Karena mama akan melakkan apapun demi uang. Saat di katakan dista, aku percaya bahwa kamu nggak meninggalkanku”paparnya memelukku sangat erat.” Aku juga bersyukur sama kamu. Karena kamu memanggilku. Aku bisa bebas dari semua ini”.
“kalau gitu. Jangan lepas lagi!. Aku benar benar kangen sama kamu”. Dia merenggankan pelukannya, merengkuh wajahku dan menatapku.
“aku bukan kangen. Tapi aku benar benar tersiksa tanpamu. Kangen pun sudah nggak ada. Tapi sekarang aku mau mengatakan bahwa tempat ini adalah sebuah saksi untuk kita. Aku benar benar mencintaimu. Lebih dari aku mencintai diriku”katanya tepat di wajahku. Aku tersenyum kecil padanya dan mencium pipinya. Entah, hari esok akan menajadi panggilan untuk menguji kami. Tapi aku bersyukur dengan memanggil namanya. Cintaku akan di mulai dari sebuah panggilan. Dan aku berharap, setiap panggilan adalah orang yang akan menjadi dekat. Dan aku selalu berharap, panggilan itu tertuju padanya.
***
Beberapa tahun kemudian, aku memasuki umur 27. Dan hubunganku sama rizal begitu snagat menyenangkan. Memang, hubungan kami dapat pertentangan oleh pihak mamanya. Tapi, rizal terlalu mencintaiku. Dia mau mempertahankan aku. Seketika juga, aku menyerahkan semuanya untuknya. Aku percaya sama dia. Entah apa yang harus ku percayai lagi. Selain dia. Dan aku berharap, semua ini dapat membuat insan baru di kandunganku senang.
“hai sayang...”serunya mencium perutku. Aku tersenyum padanya lalu mengelus perutku dnegan lembut.”aku kangen banget sama mamamu”katanya langsung mencium pipiku. Sebenarnya, kami baru saja menikah tanpa restu orang tuanya. Aku juga tahu mamanya masih nggak setuju dengan pernikahan kami. Tapi, dia nggak kalah dari mamanya. Meski semua kartu ATMnya di blokir. Toh, kami masih bisa hidup.
“say, ada yang ingin aku bilangin”katanya sambil merenggangkan dasi di lehernya.”aku besok harus pergi show selama 3 hari, nggak apa apa kan?”
“ya nggak apa apa lah. Toh, itu memang pekerjaanmu”. Sebenarnya, dengan berat hati aku mengucapkan kata kata adi. Tapi, mau gimana lagi?. Aku nggak mau di bilang istri egois.
***
Dia tersenyum melihat istrinya berdiri di ambang pintu, melambaikan tangannya untuk saat terakhir bersama anaknya dan isrinya. Rizal harus pergi tiga hari karena ada show di luar kota. Sebenarnya, rizal nggak mau ninggalin istrinya. Tapi, mau gimana lagi?. Dia sudah tanda tangan kontrak.
Di panggung, seperti biasa, rizal selalu demam panggung. Bukan hal yang layak lagi, orang yang seumur hidup di takdirkan jadi artis masih tetap demam panggung.
“baiklah teman teman!!gua akan kasih loe lagu. Gua akan nyanyiin lagu soundtrack gua. I miss you from incubus”serunya. Semua orang bersorak. Tepuk tangan menggebu di telinganya. Lagu pertama masih membuatnya enjoy dan nggak terlalu gugup. Sekarang adalah terakhir, lagu yang paling sulit buat dirinya
“well. Lagu kedua, gua sembahin buat pacar gua tersayang..”semua orang bersorak “huuuuuhhh” padanya.”well. ini juga buat kalian. This is for you!!. This song for all in here”teriaknya. dia lonjak lonjak di atas pamnggung. Keringat pun menetes meleawati keningnya. Suasana begitu sangat heboh. Rizal berharap acara ini nggak mengundang maut untuknya.
Prang!!!. Rizal terpentang ke luar panggung. Semua musik di hentikan. Ada yang aneh. Rizal jatuh dan terkena injakan orang orang yang lonjak lonjak. Dia meringis kesakitan. Semua pengawal menolong rizal. Kepalanya mengeluarkan darah segar. Tiba tiba batu batu kecil melayang di tubuhnya. Seseorang melemparinya batu. Untung saja rizal langsung di selamatkan.
Rizal nggak mau kedokter. Dia ingin cepat pelang. Dia khawatir dengan istrinya. Dia seprti merasa hal yang aneh. Seperti wanita yang memanggil namanya dnegan rintihan sakit. Dengan laju cepat, dia menyetir motornya
***
Malam itu, setelah makan malam. Dierra mengalami frustasi saat ancaman yang mendarat di telinganya. Dia juga nggak nafsu makan. Tapi, ada anak dalam perutnya., dan harus di kasih makan.
Tok tok tok... suara ketokan pinu membuyarkan lamunanya. Dia membuka pintu dengan was was. Semoga saja itu rizal. Batinnya penuh ragu. Dia membuka pintu. Seseorang mendorong pintu dengan keras. Dierra terpelontar oleh dorongan keras itu. Perutnya mengeluarkan darah. Dia merintih kesakitan. Tapi wanita itu hanya diam.
“kamu tahu, aku akan lakukan apapun demi merebut segalanya dari elo?!!”katanya dengan menyandarkan bahunya di dinding.
“apapun yang mama lakukan aku tak peduli. Aku menyukai anak mama dengan tulus. Tanpa mengharapkan apapun. Dan satu hal. Anak di dalm perut ini anakmu!!”teriak dierra
“ouuuppss. Sayangnya semua yang kau katakan hanya sekedar ucapan saja”
“maksudmu?”dia mencoba menahan sakit di peruntya
“elo akan tahu sendiri setelah ini”. Dia meninju perutna dnegan kakinya.”bye my baby”serunya langsung meninju lebih keras perut dierra. Wanita itu langsung pergi. Dierra hanya merintih kesakitan
“rizal!!. Tolong aku!!. Tolong!!!!!!”teriaknya yang disusul dengan tangisan.
***
Rizal semakin melajukan motornya dengan cepat. Matanya menerawang spion motornya. Ada banyak motor yang menghentikan laju rizal.
“loe siapa?”
“jangan banyak tanya!! Hajar dia”kata seorang lelaki menarik rizal dan memukulnya. Rizal yang seorang diri nggak bisa melakukan apapun.”bawa mayatnya”seru seorang lelaki sembari mengusap keringatnya.”gampang banget habisin elo”.
***
“nona, dia sudah dumusnahkan.dan sepertinya cucu nona sudah nggak ada”seru seorang lelaki dengan senyum kecil.
“bagus. Ini buat kalian”katanya dnegan menyerahkan amplop berwarna coklat itu.”aku sudah katakan pada mereka. Jika semua pernikahan itu di batalkan. Mungkin, anakku juga nggak akan dapeet masalah. Aku membanci orang yang suka melawan perintahku. Dan aku lebih baik membunuh anakku dan cucukku dari pada punya keturunan darah dengan orang miskin.”
“baiklah nona. Tugas kami sudah selesai”.lelaki itu pergi dari hadapannya. Wanita setengah baya itu melihat dierra yang terbaring lemas saat tahu smeuanya sudah hilang. Termasuk cinta panggilan dan anak yang selalu dipanggil “cinta”. Harta yang sangat berharga bagi mereka. Tapi, semua itu sudah menjadi musnah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar